Table of Contents

RASIO OPERASI

RASIO OPERASI

RASIO PENJUALAN RETUR DAN PENGURANGAN HARGA TERHADAP PENJUALAN BRUTO

Rasio penjualan retur dan potongan-potongan terhadap penjualan bruto berguna dalam menetapkan tanggungjawab atas variasi-variasi dalam laba bersih, karena rasio itu mencerminkan sebab terjadinya perubahan dalam laba kotor melalui pengurangan hasil penjualan.

RASIO LABA KOTOR TERHADAP PENJUALAN BERSIH (RATIO OF GROSS PROFIT TO NET SALES)

Rasio laba kotor terhadap penjualan bersih biasanya dinyatakan sebagai suatu prosentase dari penjualan bersih. Kebanyakan controller menganggapnya sebagai rasio yang sangat tepat/ berguna dan menganalisanya setiap bulan. Perusahaan harus mendapatkan laba kotor yang cukup tinggi untuk dapat menutupi biaya-biaya operasi dan memberikan suatu laba yang normal.

Suatu laba kotor yang rendah dapat terjadi, antara lain karena kompetisi harga yang kuat, kelemahan dalam kebijaksanaan harga, atau volume yang tidak cukup untuk menutupi biaya produksi.

RASIO BIAYA USAHA TERHADAP PENJUALAN BERSIH (RATIO OF OPERATING EXPENSES TO NET SALES)

Rasio ini dapat dihitung perjenis biaya, per golongan biaya atau per fungsi dalam hubungan dengan penjualan besih prosentase yang dihasilkan, memberikan beberapa petunjuk tentang kemampuan manajemen untuk menyesuaikan biaya dengan volume yang berubah-ubah.

RASIO LABA BERSIH TERHADAP PENJUALAN BERSIH

Rasio ini berguna unutk tujuan-tujuan pengendalian secara menyeluruh dan biasanya dimasukkan dalam laporan intern.

RASIO LAINNYA

PERBANDINGAN BEBAN TETAP TERHADAP “PENDAPATAN” (NUMBER OF TIMES FIXED CHARGES ARE EARNED)

Perbandingan beban tetap terhadap “pendapatan” (laba bersih ditambah beban tetap) digunakan untuk menunjukkan margin keamanan (margin of safety) bagi pemegang obligasi. Rasio ini ditentukan dengan cara membagi laba bersih setelah dikenakan pajak (net profit after taxes) dengan bunga atas hutang jangka panjang, termasuk amortisasi disagio (discountnya).

LABA PER SAHAM BIASA (EPS OF COMMON STOCK)

Pada dasarnya ini dihitung dengan mengurangkan dari laba bersih, setiap dividen untuk saham prioritas (preffered stock), lalu membagikan seldonya dnegna banyaknya saham biasa yang masih beredar pada akhir periode. Penghasilan per saham biasa dapat dinyatakan juga sebagai suatu prosentase dari nilai pari (per value) atau nilai pasar (market value) dari saham.

NILAI BUKU SAHAM BIASA (BOOK VALUE OF COMMON STOCK)(

Nilai buku ari saham biasa ditentukan dnegan cara membagikan jumlah modal sendiri oleh banyaknya saham biasa (common stock) yagn beredar, denga asumsi bahwa tidak ada saham preferen yang beredar.

PENYAJIAN ANALISIS

Prosedur yang ditempuh adalah sebagai berikut:

  1. Menetapkan rasio-rasio apakah yang harus disajikan.
  2. Menetapkan trend dari rasio-rasio yang dipilih untuk jangka waktu yang wajar.
  3. Sejauh mungkin, dapatkan rasio-rasio untuk tujuan perbandingan.
  4. Menyajikan rasio dalam bentuk yang sesuai.
  5. Mengintepretasikan data dalam laporan yang menyertai rasio-rasio yang disajikan dengan menyajikan sifat-sifat yang luar biasa dan mengusulkan tindakan perbaikan.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/